Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif - Jenis, Karakteristik, dan Fungsi Asesmen


• 2 min read
Perencanaan, Pelaksanaan, dan
Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif - Jenis, Karakteristik, dan Fungsi Asesmen

Acuan apa yang digunakan untuk menentukan asesmen yang akan dilaksanakan?

Apa itu Asesmen?

Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

Jenis asesmen sesuai fungsinya mencakup:

  1. asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as Learning),
  2. asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for Learning), dan
  3. asesmen pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).
Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar.
Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.

Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar di bawah ini

Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning) Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning) Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning)
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen formatif Berfungsi sebagai asesmen formatif Berfungsi sebagai asesmen sumatif
Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman merupakan contoh assessment as learning.

Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

Salah satu contoh penerapakan asesmen formatif adalah asesmen diri (self assessment) dan asesmen antarteman (peer assessment). Asesmen ini berfungsi sebagai bahan refleksi diri, yang nantinya dapat digunakan oleh Pendidik sebagai data/informasi untuk menkonfirmasi capain hasil belajar peserta didik.

Contoh Asesmen Diri dan Asesmen antar Teman

Agar pelaksanaan asesmen sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai, pendidik diharapkan memperhatikan karakteristik dan fungsi asesmen formatif dan sumatif. Tabel di bawah menjelaskan hal tersebut.

Jenis Asesmen

Fungsi

Teknik

Hasil/Dokumentasi

Formatif (as and
for learning)

  1. Mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik.
  2. Umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran agar menjadilebih bermakna.
  3. Umpan balik bagi peserta didik untuk memperbaiki strategi pembelajaran.
  4. Mendiagnosis daya serapmateri peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas.
  5. Memacu perubahan suasana kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan programprogram pembelajaran yang positif, suportif, dan bermakna.

Berbagai teknik
asesmen (praktik,
produk, proyek,
portofolio, tes tertulis/
lisan)

  1.  Produk hasil belajar
  2. Jurnal refleksi peserta didik
  3. Rencana tindak
  4. lanjut atas hasilasesmen 
  5. Catatan hasil observasi
  6. Catatan anekdotal
  7. Nilai berupaangka
       

 

Sumber : kb.jejakmedia.link

Video Capaian pembelajaran project IPAS

Capaian pembelajaran project IPAS

GO TOP

🎉 You've successfully subscribed to Jejak Media!
OK