Manfaat dan dampak negatif dari pemanfaatan gawai bagaikan dua anak mata pisau, satu sisi gawai memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hiburan sampai pada pada pekerjaan. Sedangkan dampak negatif bisa terjadi bila pemakaian gawai yang berlebihan, salah penggunaan, dan lainnya. Beberapa dampak negatif penggunaan gawai diantaranya :
1. Masalah kesehatan
Penggunaan gawai dalam jangka waktu lama akan menimbulkan masalah kesehatan, seperti gangguan penglihatan, mengubah struktur tulang, menurunkan fungsi pendengaran, menurunkan stamina karena kurang tidur.
2. Gangguan tumbuh kembang
Khususnya anak-anak penggunaan gawai berlebihan akan menimbulkan antara lain obesitas, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan perilaku, gangguan kecerdasan, cemas, dan depresi.
3. Neuropati
Neropati adalah gangguan atau kerusakan pada saraf tepi. Penggunaan gawai dalam waktu lama akan meningkatkan seseorang terkena penyakit ini.
4. Ketergantungan pada gawai
Penggunaan gawai (ponsel pintar) khususnya remaja dan anak akan punya dampak buruk bila berlebihan. Kebiasaan remaja atau anak bermain gim menggunakan ponsel pintar akan menimbulkan ketergantungan terhadap gawai. Hal yang lebih serius akan dialami pada masalah psikis, timbul perilaku buruk, antara lain pemurung, kurang berinteraksi dengan teman, mudah marah, egois dan lain-lain.
Kita harus bersama-sama baik individu, keluarga, masyarakat dan pemerintah untuk menekan dampak negatif yang akan terjadi.
Pemanfaatan Gawai dalam pembelajaran
Pada masa pandemik covid-19 saat ini, kita dipaksa melakukan segala kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran covid-19, tidak terkecuali dunia Pendidikan. Selama kurun waktu mulai maret 2020 sampai sekarang ini, September 2021, Pendidikan Indonesia seperti negara-negara lain di dunia sebagian besar melakukan kegiatan pembelajaran dalam jaringan (daring).
Pembelajaran daring dilaksanakan tidak saling bertemu dalam satu tempat, melainkan bertemu secara maya menggunakan perangkat tambahan yang bisa menghubungkan pendidik dan peserta didik. Perangkat yang umum digunakan adalah gawai terhubung dengan layanan data internet.
Gawai yang digunakan untuk pembelajaran pada masa pandemik saat ini umumnya Laptop dan ponsel pintar. Pemanfaatan gawai pada pembelajaran daring menggunakan beberapa aplikasi diantaranya
Aplikasi WhatsApp, kelas pintar, IndonesiaX, Portal Rumah Belajar dan lainya.
Gawai bisa digunakan untuk pembelajaran dengan menerima dan mengirim pesan teks, gambar, suara dan video. Guru memberikan materi berupa secara sinkronus dan asinkronus, dan peserta didik mampu memberikan umpan balik langsung maupun tidak langsung.
Sumber: Modul pelathan Simpatik 2021
Video Kerangka kurikulum SMK Pusat Keunggulan