Teknologi Pembelajaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh


• 12 min read
Teknologi Pembelajaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Semenjak merebaknya virus corona (Covid-19) di tanah air dan pertama kali diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, tanggal 2 Maret 2020 (nasional.kompas.com), kemudian diikuti dengan kebijakan meliburkan sekolah, menutup pusat perbelanjaan, dan perkantoran, memberikan dampak yang luar biasa pada berbagai aspek kehidupan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, juga pada pada aspek pendidikan.

Gambar 1. Ruang sekolah yang kosong.

Sumber: https://www.brookings.edu/wp-content/uploads/2020/05/empty-classroom_elementary-school-middle-school-high-school.jpg

Semenjak diberlakukan libur sekolah pada seluruh jenjang pendidikan tanggal 16 Maret 2020 sebagai upaya antisipasi penularan Covid-19, pemerintah dan pihak sekolah (guru) berusaha mencari cara bagaimana agar materi pembelajaran tetap tersampaikan. Bapak/Ibu pembaca mungkin memperhatikan, bagaimana putra-putrinya, adik, kakak, atau sepupunya belajar di rumah. Mereka menggunakan berbagai aplikasi digital. Ada yang menggunakan aplikasi whatsappps, google classroom, Zoom, Google Meets, bahkan melalui SMS (Short Message Services).

Video Youtube : Fitur Google Meet - Perbedaan Fitur Google Meet

Memperhatikan kondisi pada saat ini ketika komunikasi dilakukan secara jarak jauh untuk belajar atau bekerja di rumah, merebaknya layanan video conferenceseperti Zoom dan Google Meet yang digunakan untuk tatap muka dalam pembelajaran atau seminar online/webminar, dan munculnya berbagai istilah dan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran. Ada istilah pembelajaran jarah jauh (distance learning), pembelajaran terbuka (open learning), pembelajaran terbuka dan jarak jauh (open distance learning), e-learning (electronc learning), kombinasi pembelajaran antara tatap muka dan dalam jaringan/daring (blended learning), pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), Juga penulis melihat banyaknya aplikasi video coference, berbagai jenis platform LMS, dan berbagai media digital yang sering digunakan dalam pembelajaran. Penulis mencoba memahami dan merangkum tentang pembelajaran jarak jauh, istilah, model, jenis dan juga perangkat pembelajaran yang dapat dan mudah digunakan untuk pembelajaran jarak jauh, baik itu penyedia pembelajaran jarak jauh, aplikasi digital, aplikasi video conference dan aplikasi LMS.

Menurut kamus britannica [1]., Istilah Pembelajaran jarak jauh, disebut juga pendidikan jarak jauh, adalah bentuk pendidikan di mana unsur-unsur utama termasuk pemisahan fisik guru dan siswa selama pengajaran dan penggunaan berbagai teknologi untuk memfasilitasi komunikasi siswa-guru dan siswa-siswa.

Menurut wikipedia [2]., Pendidikan jarak jauh (bahasa Inggris: distance education) adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Gambar 2. Ilustrasi pembelajaran jarak jauh.

Sumber: https://4.bp.blogspot.com/-.../distance-education101707am.jpg

Berbeda dengan istilah pendidikan/pembelajaran jarak jauh, terdapat istilah pendidikan terbuka. Menurut wikipedia [3]., Pendidikan terbuka (bahasa Inggris: open education atau open learning) merupakan pola pikir terhadap suatu konsep pendidikan yang bertujuan agar siswa dapat dengan leluasa bisa menentukan hal yang ingin dipelajari dan sebanyak mungkin memberikan siswa kendali didalam strategi pembelajaran. Konsep pendidikan terbuka pada umumnya digabungkan dengan sistem pendidikan secara jarak jauh, dimana juga bertujuan dan bercita-cita terhadap kebijakan mengenai sistem pendidikan yang mengedepankan akan keluwesan waktu, tempat dan aspek usia.

Gambar 3 berikut adalah bagan ruang lingkup istilah pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Jika open learning merupakan model pembelajaran yang sifatnya terbuka, peserta tidak dibatasi usia, tidak dibatasi persaratan pendidikan, tidak ada batas waktu, open entry and open exit. Pembelajaran terbuka dapat dilakukan secara tatap muka, juga dapat dilakukan secara jarak jauh atau online(daring).

Gambar 3. Keterpisahan jarak antara peserta didik dan pendidik. Sumber [4]

Kemajuan yang terjadi dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Peluang baru yang muncul termasuk akses yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam inovasi digital yang terus berkembang juga menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggara pendidikan untuk terus menyesuaikan infrastruktur pendidikan dengan teknologi baru tersebut.

Dengan adanya pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ/open distance learning(ODL)), siswa bisa dengan mudah mendapatkan pendidikan tanpa harus menghabiskan waktu dan juga biaya yang mahal dengan cara memanfaatkan media digital seperti menggunakan jaringan internet, komputer dan fasilitas yang memadai lainnya, dan dalam sistem PPJT siswa tidak diwajibkan untuk tatap muka sehingga siswa dapat memilih beragam subjek yang diinginkan dan tanpa disadari PTJJ juga membuat siswa sadar dan menghargai ilmu pengetahuan serta mandiri dalam melaksanakan pembelajaran karena konsep PTJJ sendiri bertumpu pada Belajar Mandiri.

Selain pembelajaran terbuka dan jarak jauh, seringkali kita juga sering mendengar istilah pembelajaran daring. Pembelajaran daring kadang ada yang menyamakan istilahnya dengan pembelajaran elektronik (e-learning). Pembelajaran elektronik (e-learning) dan pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pembelajaran jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet. Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: electronic learning disingkat e-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja [5]. Ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik yaitu sebagai suplemen, komplemen dan substitusi. Fungsi sebagai :

a. Suplemen; dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.

b. Komplemen (pelengkap); dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima tersebut.

c. Substitusi (pengganti); Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/ perkuliahan kepada para mahasiswanya, yaitu: (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, (3) sepenuhnya melalui internet [5].

Tentunya Anda pernah mengikuti, bahkan menjadi pengajar, dalam pembelajaran daring, bukan? Berikut adalah beberapa penyedia jasa pembelajaran daring yang cukup populer, di antaranya adalah udemy.com, coursera.com, edx.org, dan lynda.com. Tentunya Anda pernah mengikuti salah satu kursus daring dari salah satu situs tersebut, selain menyediakan kursus yang berbayar, ada juga kursus yang gratis. Selain keempat penyedia diklat daring tersebut, masih banyak lagi penyedia jasa online courses, baik dari luar negeri atau dalam negeri. (dapat dicari di google dengan kata kunci : online course atau kursus online).

Gambar 4. Penyedia jasa pembelajaran daring, udemy.com dan coursera.com.

Sumber : udemy.com dan coursera.com

Gambar 5. Penyedia jasa pembelajaran daring, edx.org dan lynda.com.

Sumber : edx.org dan lynda.com

Pada suatu seminar online, penulis mendengar istilah pembelajaran digital, apakah pembelajaran digital itu? Istilah digital sering penulis dengar pada materi getaran dan gelombang atau pengolahan sinyal, dimana terdapat sinyal analog dan digital (diskrit), dimana suatu sinyal dikompresikan menjadi paket-paket, kuantitas digital. Menurut wikipedia [7], digital berasal dari kata digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner).

Mengenal Istilah Digital
Bagaimana tipe data gambar/image pada format biner? Layar monitor atau TV terdiri atas matrix dua dimensi yang terdiri atas picture elements (pixels) dan 480 pixels vertikal. Sebagai contoh misalnya satu pixels mengandung 1 bit data maka mempunyai dua kemungkinan nilai, yaitu 0 atau 1.

Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit). Perangkat elektronika, termasuk mobile phone dan komputer, bekerja dengan pengolahan sinyal digital. Semua data pada komputer berbentuk digital, baik itu berupa data teks, gambar, atau video.  Bisa dikatakan, pembelajaran digital adalah pembelajaran yang menggunakan perangkat elektronik.

Pembelajaran digital adalah praktik pembelajaran menggunakan teknologi secara efektif untuk memperkuat pengalaman belajar siswa , mencakup penggunaan tools, konten , on site atau online  [7]. Seperti pernah disinggung di awal, bahwa saat ini, pembelajaran banyak memanfaatkan teknologi digital, misalnya menggunakan aplikasi whatapps untuk berkomunikasi antara siswa dan murid, dimana desain pembelajaran, mulai dari penyampaian materi baik berupa teks, gambar, atau video disampaikan menggunakan aplikasi whatapps, berdiskusi, sampai evaluasi, menggunakan google form. Sumber belajar berupa video dapat disampaikan menggunakan youtube. Presentasi menggunakan aplikasi presentasi powerpoint dan slideshare.net, dan kuis menggunakan aplikasi kuis     online seperti kahoot atau quizizz. Berikut beberapa aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran digital.

Kuis Online - JejakMedia
tutorial kuis online

Gambar 6. Aplikasi whattsapp dan quizizz

Sumber : https://i1.wp.com/wirahadie.com/  https://3.bp.blogspot.com/-...quizizz.com_5.png

Gambar 7. Powerpoint dan youtube.

Sumber : https://i.ytimg.com/vi/sZhaaQFfpjU/maxresdefault.jpg https://awsimages.detik.net.id/.../bf8ee750-e7e9-4c58-8e02-214c2dac5a3e.jpeg

Selain pembelajaran digital yang menggunakan aplikasi yang berbeda-beda untuk menyampaikan pembelajaran, kita sering mendengar pembelajaran yang menggunakan LMS. Apa itu LMS? Definisi LMS menurut wikipedia adalah “A learning management system (LMS) is a software application for the administration, documentation, tracking, reporting, automation and delivery of educational courses, training programs, or learning and development programs.[9]. Jika diterjemahkan sebagai berikut, LMS adalah perangkat lunak aplikasi untuk administrasi, dokumentasi, pelacakan, pelaporan, otomatisasi dan penyampaian kursus pendidikan, program pelatihan, atau program pembelajaran dan pengembangan. Jadi, sebuah LMS adalah sistem pembelajaran yang mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, baik itu materi, bahan ajar, pengajar, siswa, metoda, evaluasi menjadi sebuah aplikasi yang utuh.

Terdapat banyak aplikasi LMS yang tersedia, berdasarkan lisensinya, jenis LMS dibagi menjadi perangkat lunak open source (dimana aplikasi dapat digunakan secara gratis dan kode sumber dapat diubah sesuai persyaratan lisensi) dan proprietary/berbayar. Kelebihan LMS yang berlisensi open source adalah kita dapat menggunakannya secara gratis dan dapat memodifikasinya sesuai kebutuhan, tentu saja untuk menggunakan aplikasi ini membutuhkan sedikit usaha dalam menggunakannya. Contoh LMS open source yang cukup populer adalah Moodle, Dokoes Docebo, dan Efront. LMS bersifa komersial/proprietary, Anda harus membayar untuk mendapatkan produk ini, akan tetapi, meskipun cukup mahal, LMS komersial ini Anda akan mendapatkan produk yang lebih tangguh, dokumentasi yang bagus, dan Anda mungkin mendapat level bantuan/supportyang baik. Sebuah produk komersial mungkin lebih stabil dan lebih bebas gangguan dibandingkan versi yang gratis. Contoh LMS proprietary  misalnya blackboard, eCollege, dan EduNext. Perbandingan LMS open source dan proprietary dapat anda baca di tautan berikut [10].

Gambar 8. Aplikasi LMS yang bersifat opensource. Moodle dan Atutor.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 8. Aplikasi LMS yang bersifat opensource/freemium, efront dan dokeos.

Sumber : http://www.dokeos.com/.../Dokeos-industrie-style2.png

https://www.epignosishq.com/.../efront-screen4@2x.png,

Berdasarkan platform yang digunakan sebuah LMS dapat dibagi menjadi berbasis web/web based dan eLearning Authoring Tool. LMS berbasis web dapat dibagi menjadi Cloud-Base LMS dan Self-Host LMS. Pada Cloud-BaseLMS, aplikasi sudah disediakan dimana kita tidak usah menginstall aplikasi di server sendiri, sehingga kita perlu repot untuk mempelajari spesifikasi perangkat keras/hardware maupun perangkat lunak/software yang dibutuhkan untuk menggunakan aplikasi LMS ini. Contoh Cloud-Base LMS adalah Google Classroom dan Schoology. Sebaliknya, untuk Self-HostLMS, kita membutuhkan pengetahuan spesifik, baik perangkat keras, perangkat lunak, instalasi, dan performa server yang digunakan. Contoh Self-HostLMS misalnya Moodle, Atutor, Efront dan Sakai.

Selain perangkat berbasis web, terdapat aplikasi yang di install pada sistem operasi (SO), baik itu SO berbasis Windows, Linux, MacOs, atau Android. Istilah eLearning Authoring Tool atau alat penulis (authoring tools) untuk pembelajaran berbasis online (e-learning) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat dan mengemas konten e-learning  yang dapat dikirimkan kepada pengguna. Misalnya adalah Articulate-Storyline, Adobe Adobe Captivate, dan Lectora.

Gambar 9. Beberapa aplikasi termasuk Cloud-Base LMS, Google Classroom danSchoology.

Sumber : Dokumen pribadi.

Gambar 10. Beberapa aplikasi termasuk eLearning Authoring Tool, Adobe Captive danArticulate Storyline.

Sumber : https://articulate.com dan https://embed-ssl.wistia.com/deliveries/d131a52ca89d4aea539b5369d875e4ca0a376e03.jpg

Selain istilah LMS, terdapat istilah LCMS (Learning Content Management System). LCMS adalah pengembangan lebih lanjut dari LMS. LCMS memiliki fungsi yakni untuk membuat, memperharui, melakukan publikasi maupun pengelolaan isi dari suatu sistem yang terorganisir di internet. LCMS juga digunakan untuk melakukan pengawasan, perincian, penyediaan dan melakukan publikasi dokumen secara spesifik, contohnya seperti artikel, panduan dan lain sebagainya. LCMS ini bisa di isi dengan file komputer yang dalam bentuk gambar, video, audio, dokumen elektronik dan isi website [13]. Ada juga istilah SLN (Social Learning Network). SLN adalah pengembangan lebih lanjut setelah LMS & LCMS. Social Learning Network digunakan sebagai pembelajaran yang lebih luas dari kelompok belajar karena memakai jejaring sosial media.

Kita sudah membahas tentang pengertian pembelajaran jarak jauh, pembelajaran daring, penyedia pembelajaran daring, e-pembelajaran (e-learning), pembelajaran digital, aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelaran digital, istilah LMS, jenis LMS berdasarkan lisensinya, LMS berdasarkan platform yang digunakan, dan sekilas tentang LCMS dan SLN. Apa yang dapat kita simpulkan?

a. Pembelajaran secara daring sudah menjadi suatu keniscayaan dan akan berkembang terus.
b. Sudah banyak penyedia pembelajaran daring baik berskala lokal, nasional, maupun internasional.
c. Banyak perangkat pembelajaran dan LMS yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring baik itu bersifat open source maupun berbayar. d. Banyak tersedia eLearning and content Authoring Tool yang dapat digunakan untuk membuat konten digital dan pembelajaran daring.

Berdasarkan hal tersebut, apa yang dapat kita lakukan? Bagaimana dengan konten pembelajaran? Hampir semua materi pembelajaran, baik itu normatif, adaptif, maupun produktif sudah ada, baik itu berbahasa indonesia maupun berbahasa inggris, baik itu berupa informasi melalui blog, web, media sosial instagram, facebook video, ­twitter, youtube dan aplikasi android atau ios. Apa berita baiknya? Meskipun sudah banyak tersedia, konten atau materi pembelajaran tersebut belum disajikan secara utuh dan sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

Memang tidak mudah untuk merancang/men-design dan  men-develop sebuah konten digital menjadi sebuah pembelajaran, baik dilakukan secara daring maupun tatap muka. Para perancang (instructional desaigner) dan pengembang pembelajaran (instructional developers) juga para ahli materi pembelajaran (content specialists) harus dapat bekerjasama dalam mengemas materi pembelajaran. Menurut Lance J. Richards, dkk., dalam bukunya “Online Course Design Principles”,[5] mengemukakan beberapa komponen dalam desain pembelajaran digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran digital, yaitu:

  1. Desain atau pemilihan alat/sarana pengelolaan pembelajaran digital (designing or selecting a cources management tools).
  2. Perencanaan dan pengorganisasian program pembelajaran digital (cource planning and organizing).
  3. Pemasangan atau penempatan materi (chunking content).
  4. Penggunaan strategi interaktif belajar dan mengajar yang tepat (using interactive teaching and learning strategies).
  5. Penerapan prinsip pembelajaran orang dewasa (applying adult lerning principle).
  6. Mempertimbangkan pembelajaran dimana pembelajar dapat mengarahkan cara belajarnya sendiri (selfdirecting) dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang terpusat pada pembelajar (student-centred learning approach).
  7. Menggunakan penilaian pembelajaran yang otentik (using authentic asessment strategies).
  8. Menyediakan pembelajaran yang berorientasi pada sistem digital (providing digital orientation) dan teknologi pelatihan (technology training).

Apa yang dapat kita petik sebagai penyedia layanan pembelajaran daring? a. Perlulah kita mengembangkan pembelajaran jarak jauh (dapat  berbentuk blended learning maupun full online) sesuai bidang dan kurikulum yang berlaku . b. Berkaca pada penyedia kursus/pelatihan yang sudah mapan dalam menyediakan infrastruktur dan merancang pembelajaran daring. c. Dipertimbangkan, perlu tidaknya, mengembangkan aplikasi PJJ sendiri yang membutuhkan sumberdaya cukup besar jika sudah banyak tersedia aplikasi LMS yang cukup mumpuni untuk digunakan. d. Perlulah melatih pengajar maupun pengembang konten untuk selalu meningkatkan kemampuan dalam menggunakan aplikasi digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran, dan e. Kerjasama yang harmonis antara perancang pembelanjaran dan pengembang pembelajaran untuk membuat konten pembelajaran yang baik.

Sumber bacaan:

[1].https://www.britannica.com/topic/distance-learning. (diakses 3 September 2020)
[2].https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_jarak_jauh. (diakses 3 September 2020)
[3].https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_terbuka. (diakses 3 September 2020)
[4]. Materi Webinar, Knowledge Sharing Forum (KSF) Seri ke-4 Universitas Terbuka Tahun 2020 secara virtual
dengan tema “Landasan Filosofis dan Teori Pembelajaran Dalam Jaringan
[5].https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik. (diakses 3 September 2020)
[6]. Materi Webinar Knowledge Sharing Forum (KSF) Seri ke-3 Universitas Terbuka Tahun 2020 secara virtual
dengan tema “IT Arsitektur untuk Mendukung Pembelajaran dalam Jaringan”
[7]. https://id.wikipedia.org/wiki/Digital. (diakses 3 September 2020)
[8]. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/PRODI.ILMU_KOMPUTER/196603252001121-MUNIR/BUKU/ Pembelajaran%20Digital.pdf
[9]. https://en.wikipedia.org/wiki/Learning_management_system. (diakses 4 September 2020)
[10]. https://medium.com/@Software3E/open-source-vs-proprietary-lms-a-bird-view-c905c3218e5d(diakses 5 September 2020)
[11]. https://elearningindustry.com/7-cloud-based-authoring-tools-compared, (diakses 5 September 2020)
[12]. https://www.skillbuilderlms.com/open-source-lms-vs-cloud-based-lms-which-is-right-for-you/ (diakses 5 September 2020)
[13]. https://trainingindustry.com/glossary/learning-content-management-system-lcms/ (diakses 5 September 2020)

Video youtube : Cara membuat sertifikat otomatis lengkap dengan nomor sertifikat dan qr code (terbaru 2021)


Pengenalan Arduino
Previous article

Pengenalan Arduino

Arduino adalah platform elektronik perangkat keras dan perangkat lunak open source yang mudah digunakan. Papan Arduino dapat membaca input antara lain cahaya pada sensor, jari

Bagaimana Membuat Background di Google Meet
Next article

Bagaimana Membuat Background di Google Meet

Google akhirnya menyusul Microsoft Teams dan Zoom dan meluncurkan kemampuan untuk mengubah latar belakang Anda pada panggilan Google Meet yang dibuat menggunakan browser Chrome ke


Related Articles

Kontrol LED dengan wokwi
• 2 min read
Naskah, Skenario, Screenplay
• 3 min read
Mengenal Teknologi Pembelajaran
• 6 min read
Apakah Teknologi Pembelajaran itu?
• 2 min read

GO TOP

🎉 You've successfully subscribed to Jejak Media!
OK